Semua artikel

Kenapa latihan terasa lebih berat sebelum haid?

Hari-hari sebelum haid, alias fase luteal, biasanya jadi masa ketika latihan berhenti terasa ringan. Beban yang sama bergerak lebih lambat. Lari dengan jarak yang sama terasa lebih mahal. Padahal tidak ada yang berubah di programmu, jadi rasanya seperti kegagalan pribadi. Biasanya bukan.

Apa yang umum dirasakan

Pola yang sering dilaporkan di masa ini: energi lebih rendah, tidur lebih buruk, usaha terasa lebih besar di pace yang sama, dan badan yang terasa lebih panas. Kembung dan perubahan suasana hati juga umum. Ini pengamatan, bukan mekanisme: artikel ini tidak akan memberitahumu hormon mana yang berbuat apa, karena jawaban jujurnya, risetnya jauh lebih belum selesai daripada yang digambarkan infografis.

Apa yang sebenarnya terukur

Dua hal yang perlu dipisahkan:

  • Rasa usahanya sering naik. Sesinya terasa lebih berat.
  • Hasilnya belum tentu turun. Beban di barbel, atau pace-mu, kadang hampir tidak bergeser.

Jarak antara dua hal itu penting. Kalau angkamu bertahan sementara rasanya lebih berat, kamu tidak melemah; sesinya cuma lebih mahal. Itu perlu kamu tahu sebelum memangkas latihanmu setengah.

Cara melewatinya

  • Pertahankan sesinya, kecilkan ambisinya. Gerakan yang sama, kurangi satu set, atau turunkan beban 10%. Kebiasaan dan catatanmu tetap jalan.
  • Geser sesi terberatnya kalau bisa. Kalau hari angkat berat bertabrakan dengan minggu ini dan jadwalmu fleksibel, tukar saja. Kalau tidak fleksibel, tetap latihan dan siapkan diri bahwa rasanya akan lebih berat daripada kelihatannya.
  • Nilai per minggu, bukan per hari. Satu sesi yang terasa berat tidak membuktikan apa pun.
  • Berhenti menganggap istirahat sebagai kegagalan. Hari istirahat yang dicatat itu data, dan itu membuat runtutanmu tetap jujur.

Lalu, cek apakah itu memang berlaku untukmu

Ini bagian yang sering dilewati nasihat kebanyakan. “Luteal itu berat” adalah rata-rata populasi, dan kamu bukan populasi. Sebagian orang justru paling kuat, terukur, di fase ini.

Catat sesimu selama tiga atau empat siklus, lalu lihat apa yang angkamu sendiri lakukan. Kalau ada pola nyata, susun rencana di sekitarnya: taruh sesi yang menuntut di masa kamu cenderung paling kuat. Kalau rentangnya tumpang tindih, kamu juga belajar sesuatu yang sama bergunanya, yaitu kamu boleh mengabaikan kalender dan latihan berdasarkan rasa.

Lunia melakukan pembacaan itu untukmu, dan tetap diam kalau datanya belum cukup untuk mengklaim apa pun. Mulai dari cara mulai catatan latihan sesuai siklus haid, atau cek benarkah kekuatan memuncak di fase folikular.

Lihat polamu sendiri, bukan teori hormon.

Lunia adalah catatan latihan gratis yang paham siklus. Catat sesimu dan lihat bagaimana performamu sebenarnya sepanjang siklus.

Unduh di App Store Segera hadir di Google Play