Cara mulai catatan latihan sesuai siklus
Catatan latihan terbaik adalah yang benar-benar kamu jalani. Kalau kamu baru mulai, kamu tidak butuh spreadsheet atau sistem rumit. Kamu butuh sesuatu yang masih kamu kerjakan tiga bulan lagi.
Langkah 1: catat sesinya, bukan teorinya
Tulis apa yang kamu lakukan: aktivitasnya, dan beberapa angka yang penting buatmu, misalnya beban dan repetisi di gerakan utama, atau jarak dan pace larimu. Itu sudah cukup. Kamu sedang membangun rekaman kenyataan, bukan mengisi formulir.
Langkah 2: biarkan fasenya ikut sendiri
Enaknya catatan yang paham siklus: setiap sesi otomatis ditandai fase haidmu. Kamu tidak menambah apa-apa. Lama-lama, tanda sunyi itulah yang membuat sebuah pola muncul.
Langkah 3: sabar, dan jujur
Satu siklus hampir tidak memberitahu apa-apa. Tiga atau empat siklus baru mulai bercerita. Dan kadang ceritanya adalah “tidak ada pola yang jelas di sini”, dan itu jawaban yang sama bagusnya. Hari istirahat itu dihitung. Hari malas juga dihitung. Tujuannya bukan tampil bagus buat catatanmu, tapi melihat dirimu dengan jernih.
Langkah 4: baca grafikmu sendiri
Setelah beberapa siklus terkumpul, lihat bagaimana satu angkatan atau satu larian bergerak melintasi fase-fasemu. Kalau ada pola nyata, kamu bisa menyusun rencana di sekitarnya. Kalau tidak ada, kamu juga sudah belajar sesuatu: kamu boleh latihan berdasarkan rasa, bukan aturan.
Itu persis yang Lunia kerjakan untukmu. Catat sesi dalam beberapa ketukan, dan setelah beberapa siklus dia menunjukkan polamu yang sebenarnya, lengkap dengan ketidakpastiannya, supaya kamu tidak pernah salah mengira derau sebagai sinyal.
Lihat polamu sendiri, bukan teori hormon.
Lunia adalah catatan latihan gratis yang paham siklus. Catat sesimu dan lihat bagaimana performamu sebenarnya sepanjang siklus.