Benarkah kekuatan memuncak di fase folikular?
Kamu mungkin sudah sering lihat klaimnya: latihan berat di fase folikular karena tubuhmu sedang siap. Kedengarannya rapi. Masalahnya, riset di baliknya jauh lebih belum selesai daripada yang ditampilkan infografis-infografis percaya diri itu.
Apa yang sebenarnya ditemukan studinya
Sebagian studi menemukan perbedaan kecil pada kekuatan atau performa sepanjang siklus. Sebagian lain tidak menemukan apa pun. Jumlah pesertanya sering sedikit, pencatatan siklusnya sering kasar, dan variasi antarindividu besar sekali. Gelombang tinjauan terbaru sampai pada kesimpulan hati-hati: untuk kebanyakan orang, rata-rata efek fase terhadap kekuatan itu kecil dan tidak konsisten.
Bukan berarti tidak ada apa-apa. Artinya, rata-rata itu bukan instruksi yang bisa diandalkan untuk kamu.
Kenapa rata-rata gagal buat individu
Dua orang bisa punya pola yang berlawanan dan tetap saling menghapus jadi “tidak ada efek” di sebuah studi. Yang satu paling kuat di tengah siklus, yang lain justru sesudah haid, yang lain lagi tidak punya pola sama sekali. Aturan umum tidak bisa membedakan ketiganya. Cuma riwayatmu sendiri yang bisa.
Pendekatan yang jujur
Daripada mengikuti rata-rata populasi, ukur dirimu sendiri. Catat set nyatamu selama beberapa siklus, lalu lihat apakah ada pola pribadi yang benar-benar muncul. Kalau squat folikularmu memang lebih berat, susun rencana di sekitarnya. Kalau angkanya tumpang tindih, itu juga berguna: artinya kamu boleh latihan berdasarkan rasa, bukan berdasarkan kalender.
Ini seluruh ide di balik Lunia. Dia tidak pernah menyodorkan teori hormon. Dia menampilkan angkamu sendiri, fase demi fase, dan diam saja kalau datanya belum jelas.
Lihat polamu sendiri, bukan teori hormon.
Lunia adalah catatan latihan gratis yang paham siklus. Catat sesimu dan lihat bagaimana performamu sebenarnya sepanjang siklus.